Ebook Tenunan Halus Adalah Metafora Doa Yang Disulam Diam-Diam, Kumpulan Puisi Jaya Ramba
Oleh: Admin
Seperti benang pua kumbu yang dijalin
diam-diam menjadi motif penuh makna, puisi puisi dalam Tenunan Halus Adalah
Metafora Doa Yang Disulam Diam-Diam menenun ingatan, doa, dan luka masyarakat
Iban Sarawak menjadi delapan puluh tujuh bait yang halus namun menghunjam.
Inilah kumpulan puisi terbaru karya Jaya Ramba, sastrawan Dayak Iban yang
namanya kian dikenal luas di Indonesia maupun Malaysia.
Diterbitkan Lembaga Literasi Dayak pada
Desember 2025 dengan pengantar dari Masri Sareb Putra, buku ber-ISBN setebal
124 halaman ini adalah karya lanjutan Jaya Ramba yang mengangkat budaya,
ritual, dan cara hidup masyarakat Dayak dan Sarawak secara lebih mendalam,
menyusul karya sebelumnya, Mantera Yang Kehilangan Sakti.
Tentang Buku Ini
Ditulis dari perspektif emic, dari dalam
budaya yang melahirkannya, Jaya Ramba menjadikan tenunan pua kumbu sebagai
metafora utama untuk memahami kehidupan, doa, luka, dan harapan. Setiap puisi
lahir bukan sebagai pengamatan dari luar, melainkan sebagai warisan seorang
pewaris tradisi, menautkan motif motif leluhur dengan kegelisahan manusia masa
kini, mulai dari identitas, cinta, kehilangan, hingga kerinduan akan tanah
kelahiran.
Delapan puluh tujuh puisi dalam buku ini
bergerak lintas tema, dari kedekatan dengan alam dan leluhur seperti Benang
yang Disimpul oleh Hujan dan Potret Moyang yang Dikenang, kegelisahan
eksistensial dalam Aku Protagonis dan Orang-Orang Antagonis, hingga penegasan
identitas budaya dalam Bangsa Kami Ditakdirkan Tuhan Menjaga Tamadun Ini dan
Pua Kumbu yang Dijahit dari Bisik Dewa.
Keunggulan Buku Ini
•
Ditulis
penyair Iban Sarawak yang telah menerbitkan lebih dari 50 buku dan meraih
berbagai penghargaan sastra tingkat negeri maupun nasional di Malaysia.
•
Mengangkat
pua kumbu, seni tenun sakral masyarakat Iban, sebagai metafora sentral yang
jarang dieksplorasi sedalam ini dalam puisi Indonesia-Malaysia.
•
Ditulis
dari perspektif emic oleh pewaris tradisi, bukan sekadar pengamat budaya dari
luar.
•
Dilengkapi
pengantar dari Masri Sareb Putra yang menempatkan karya ini dalam konteks
sastra Nusantara kontemporer.
•
Diterbitkan
resmi ber-ISBN oleh Lembaga Literasi Dayak, menjamin kualitas dan keaslian
karya.
•
Menjembatani
sastra Dayak Indonesia dan Malaysia, cocok bagi pembaca yang mencari suara
sastra lintas Borneo.
Isi Buku
•
Prakata
penulis, mengisahkan proses kreatif menenun puisi dari benang cinta pada bahasa
dan budaya leluhur.
•
Pengantar
Masri Sareb Putra, Angkatan 2.000 dalam Sastra Indonesia, menempatkan Jaya Ramba
dalam peta sastra kontemporer.
•
87
puisi terbagi dalam beragam tema, mulai dari kedekatan dengan alam seperti Di
Celah Garisan Pua Kumbu dan Terjemahan Alam, cinta dan kerinduan seperti
Pemburu Rindu dan Cinta Kita Sebuah Kolam Metafora, hingga identitas dan
sejarah bangsa seperti Kenal yang Asal dan Cerita Negeri Ini Belum Habis
Ditulis.
•
Puisi
berjudul sama dengan judul buku, Tenunan Halus Adalah Metafora Doa yang Disulam
Diam-Diam, menjadi jantung tematik seluruh kumpulan.
•
Dilengkapi
profil lengkap Tentang Penulis di bagian akhir buku.
Spesifikasi Ebook
•
Judul:
Tenunan Halus Adalah Metafora Doa Yang Disulam Diam-Diam, Kumpulan Puisi
•
Penulis:
Jaya Ramba (Jaya Anak Ramba)
•
Pengantar:
Masri Sareb Putra
•
Penerbit:
Lembaga Literasi Dayak (LLD)
•
Tahun
Terbit: Desember 2025, cetakan pertama
•
ISBN:
978-634-7331-27-4
•
Jumlah
Halaman: xxii + 124 halaman, 87 puisi
•
Format
File: PDF, dapat dibaca di komputer maupun ponsel
•
Bahasa:
Indonesia dan Melayu Sarawak/Iban
•
Kategori:
Fiksi, Puisi, Sastra Dayak
Kata Kunci SEO Utama
kumpulan puisi Dayak, Jaya Ramba, puisi
Iban Sarawak, sastra Dayak Malaysia, pua kumbu, puisi budaya Borneo, ebook
puisi Indonesia, sastra Iban
Cocok Untuk
•
Pecinta
puisi dan sastra Nusantara yang mencari suara otentik dari Borneo.
•
Mahasiswa
dan peneliti sastra, budaya Iban, dan studi Dayak lintas negara.
•
Komunitas
literasi dan pegiat sastra Dayak di Indonesia maupun Malaysia.
•
Penggemar
karya Jaya Ramba dan pembaca Mantera Yang Kehilangan Sakti.
•
Siapa
pun yang mencintai puisi bertema identitas, tradisi, dan spiritualitas lokal.
Tenunan Halus Adalah Metafora Doa Yang
Disulam Diam-Diam adalah undangan menyelami puisi yang ditenun dengan kesabaran
seorang pewaris tradisi, bukan sekadar pengamat budaya. Dapatkan ebook-nya
sekarang dan rasakan bagaimana pua kumbu, doa, dan bahasa bertemu dalam delapan
puluh tujuh bait yang halus namun menghunjam. File PDF akan dikirimkan langsung
setelah pembayaran dikonfirmasi.