Tembawang: Kumpulan Cerpen - 29 Kisah Kearifan Lokal Dayak dari Kalimantan dan Sarawak
Oleh: Admin
Dalam kebudayaan Dayak, tembawang bukan sekadar bekas ladang yang ditumbuhi pohon buah, melainkan ruang ekologis yang menyimpan memori kolektif, relasi manusia dengan alam dan leluhur, sekaligus simbol keseimbangan kosmologis yang terus hidup. Dari makna itulah lahir buku "Tembawang: Kumpulan Cerpen", antologi 29 cerita pendek yang merayakan kearifan lokal Dayak lewat kekuatan fiksi.
Diterbitkan oleh Lembaga Literasi Dayak, buku setebal xii+253 halaman ini menghimpun 26 cerpen pilihan dari peserta Lomba Menulis Cerpen Kalimantan & Sarawak bertema "Tembawang untuk Kemuliaan dan Kejayaan Sukubangsa Dayak", ditambah tiga cerpen dari dewan juri dan kurator, termasuk Masri Sareb Putra dan Alexander Mering. Setiap cerita menawarkan sudut pandang berbeda tentang tembawang, mulai dari perjuangan menjaga tanah adat, legenda dan mitos leluhur, hingga kisah cinta dan kehilangan yang berakar pada hutan warisan Borneo.
Sekilas Isi Buku
- Cerita-cerita seperti "Tembawang Terakhir Bukit Marakng", "Tanah Adat, Harapan Dayak: Perjalanan Riam Membela Tembawang", dan "Penunggu Tembawang" mengangkat tema perjuangan menjaga tanah dan hutan adat dari ancaman zaman.
- Kisah bernuansa legenda dan mistis seperti "Intan Gemalak", "Gunung Siamang Emas", "Telur Emas di Hulu Sungai", dan "Tembawang Miang'au: Bangkitnya Sang Penjaga" menghadirkan warna magis-realis khas cerita rakyat Kalimantan.
- Cerita bernuansa personal dan emosional seperti "Purnama Redup di Bawah Durian yang Berbunga", "Doa Akar", "Bunga Ranyai di Tengah Bara", dan "Janji di Depan Api" mengeksplorasi cinta, kehilangan, dan harapan dengan latar tembawang.
- Total 29 cerpen dari penulis lintas generasi dan lintas wilayah Kalimantan-Sarawak, ditutup dengan bagian Tentang Penulis yang memperkenalkan profil singkat setiap penulis.
Mengapa Buku Ini Layak Dibaca?
- Menghadirkan keragaman gaya bercerita dan perspektif dari 29 penulis, menjadikan buku ini kaya warna sekaligus representatif bagi sastra Dayak kontemporer.
- Mengangkat tembawang sebagai simbol budaya yang jarang diangkat dalam karya fiksi, memperkenalkan kearifan ekologis Dayak lewat cerita yang menghibur.
- Lahir dari ajang kompetisi menulis cerpen lintas negara (Kalimantan dan Sarawak), menjamin kualitas dan keberagaman narasi yang terkurasi.
- Cocok sebagai bacaan sastra ringan sekaligus bahan pengayaan budaya bagi pelajar, mahasiswa, dan pencinta cerita pendek bertema lokal Nusantara.
Untuk Siapa Buku Ini?
Buku ini sangat direkomendasikan bagi:
- Pencinta kumpulan cerpen dan sastra Indonesia.
- Pelajar dan mahasiswa yang mencari bacaan sastra bermuatan budaya lokal.
- Pemerhati kearifan ekologis dan tanah adat Dayak.
- Penulis dan penggiat literasi Kalimantan-Sarawak.
- Siapa saja yang ingin menikmati keindahan cerita dengan latar hutan dan tradisi Borneo.
Spesifikasi Buku
- Judul: Tembawang - Kumpulan Cerpen
- Penulis: 29 penulis, antara lain Agustina, Liu Ban Fo, Anestika Lestari, Masri Sareb Putra, Alexander Mering, dan penulis lainnya
- Penerbit: Lembaga Literasi Dayak (LLD)
- Cetakan: Pertama, Oktober 2025
- Jumlah Halaman: xii + 253 halaman (versi cetak), 15 x 23 cm
- Format: E-book / Buku Digital (PDF)
- Bahasa: Indonesia
- Genre: Kumpulan Cerpen, Fiksi Budaya, Sastra Dayak
Cara Mendapatkan: Dapatkan versi digitalnya sekarang dan selami 29 kisah yang lahir dari akar tembawang, hutan warisan yang menyimpan jiwa dan kejayaan sukubangsa Dayak.