Panglima Jilah: Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng - Ebook Biografi Tokoh Dayak

Oleh: Admin

Rating Admin
Harga Produk : Rp 99.000




Dari anak petani miskin di rimba Sambora hingga menjadi panglima yang disegani puluhan ribu pasukan, kisah hidup Agustinus, yang lebih dikenal sebagai Panglima Jilah, merupakan salah satu narasi perjuangan masyarakat Dayak yang paling inspiratif di masa kini. Ebook "Panglima Jilah: Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng" merekam perjalanan hidupnya secara utuh, mulai dari masa kecil yang sederhana, proses pembaiatan sebagai panglima adat, hingga keberhasilannya membangun Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) menjadi organisasi masyarakat adat yang memiliki puluhan ribu anggota di Kalimantan dan Sarawak.

Ditulis oleh R. Masri Sareb Putra, M.A., Matius Mardani, dan Paran Sakiu, M.Pd., buku ini tidak hanya mengulas kepemimpinan Panglima Jilah, tetapi juga keberpihakannya terhadap masyarakat adat. Pembaca akan menemukan kisah keterlibatannya dalam mendampingi perjuangan mempertahankan hutan adat, pandangannya mengenai pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), hingga bagaimana ia memadukan identitas sebagai seorang Katolik yang taat dengan kebanggaannya sebagai orang Dayak dan Indonesia.

Dilengkapi dokumentasi foto, kutipan pemikiran, dan catatan sejarah konflik di Kalimantan Tengah, ebook ini menjadi referensi penting untuk memahami kepemimpinan adat, perjuangan hak masyarakat adat, serta dinamika gerakan sosial Dayak kontemporer.


Yang Akan Anda Temukan di Dalam Buku Ini

  • Bab 1 - Keluarga Bersahaja dari Rimba Sambora: Masa kecil Agustinus yang tumbuh dalam keluarga sederhana.
  • Bab 2 - Katolik, Dayak, Indonesia Semua 100%: Identitas iman dan jati diri Panglima Jilah.
  • Bab 3 - Dibaiat Jadi Panglima: Proses pengangkatan dan makna kepemimpinan adat.
  • Bab 4 - Membangun Komunitas Menjadi Kekuatan yang Loyal: Strategi membangun organisasi TBBR.
  • Bab 5 - Konflik Pecah di Kalimantan Tengah: Tantangan dan dinamika gerakan masyarakat adat.
  • Bab 6 - Bela Rasa Panglima bagi Kaumnya: Kepedulian terhadap masyarakat adat dan perjuangan mempertahankan tanah leluhur.
  • Bab 7 - Panglima Jilah: Ucapan dan Pikirannya: Filosofi hidup, kepemimpinan, dan pandangan pribadinya.
  • Bab 8 - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN): Harapan dan pandangan Panglima Jilah mengenai pembangunan di Kalimantan.
  • Bab 9 - Adat Budaya dan Panggilan Suara Kenabian: Refleksi mengenai peran adat di tengah perubahan zaman.

Mengapa Ebook Ini Layak Dibaca?

  • Mengangkat kisah nyata salah satu tokoh adat Dayak paling berpengaruh pada era modern.
  • Membahas kepemimpinan, perjuangan tanah adat, dan gerakan masyarakat sipil Dayak dari sudut pandang pelaku langsung.
  • Dilengkapi dokumentasi foto, kutipan pemikiran, dan catatan sejarah yang memperkaya isi buku.
  • Memberikan gambaran mengenai organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) beserta dinamika perkembangannya.
  • Format ebook (PDF) sehingga mudah dibaca melalui ponsel, tablet, maupun komputer.

Cocok untuk Siapa?

  • Pembaca umum yang tertarik pada kisah inspiratif tokoh masyarakat adat Indonesia.
  • Mahasiswa dan peneliti antropologi, sosiologi, serta gerakan masyarakat sipil.
  • Aktivis dan pemerhati isu tanah adat, lingkungan, dan hak masyarakat adat Kalimantan.
  • Generasi muda Dayak yang ingin mengenal tokoh inspiratif dari kalangan sendiri.

Spesifikasi Buku

  • Judul: Panglima Jilah: Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng
  • Penulis: R. Masri Sareb Putra, M.A.; Matius Mardani; Paran Sakiu, M.Pd.
  • Penerbit: Masri Books
  • Tahun Terbit: 2022
  • Jumlah Halaman: viii + 182 halaman
  • Format: Ebook (PDF)
  • Bahasa: Indonesia
  • Genre: Biografi, Sejarah, Kajian Masyarakat Adat Dayak

Cara Mendapatkan: Miliki ebook Panglima Jilah: Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng sekarang juga, dan kenali lebih dekat perjalanan hidup, kepemimpinan, serta perjuangan salah satu tokoh masyarakat adat Dayak yang membawa nilai budaya dan semangat persatuan hingga dikenal luas di Kalimantan.