Manusia Dayak & Kebudayaannya Sebagai Locus Theologicus - Refleksi Iman dan Budaya Dayak Desa

Oleh: Admin

Rating Admin
Harga Produk : Rp 75.000



Bagaimana Injil bertemu dengan adat, ritual, dan kearifan suku Dayak? Buku "Manusia Dayak & Kebudayaannya Sebagai Locus Theologicus" karya Gregorius Nyaming menjawabnya melalui 17 esai reflektif yang lahir dari pengalaman panjang penulis sebagai pastor yang melayani umat Dayak di Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat. Buku ini memandang kebudayaan Dayak bukan sekadar objek kajian, melainkan sebagai locus theologicus—tempat di mana iman dan tradisi lokal saling berdialog serta memperkaya satu sama lain.

Diterbitkan oleh PT. Sinar Bagawan Khatulistiwa dengan editor Masri Sareb Putra, M.A., buku ini menelusuri berbagai ritual, adat istiadat, dan nilai budaya masyarakat Dayak Desa. Mulai dari Adat Pati dalam berladang, upacara pemberian nama anak, tradisi Ngamik Bini, ritual Betabak, hingga makna Gawai Dayak dan Patung Yesus Panglima Burung, seluruh pembahasan direfleksikan dalam terang iman Katolik dan nilai-nilai Kristiani.

Ditulis dengan gaya yang reflektif sekaligus mudah dipahami, ebook ini menjadi referensi penting bagi siapa saja yang ingin memahami inkulturasi iman Katolik dalam budaya Dayak, sekaligus melihat bagaimana adat istiadat lokal dapat menjadi ruang pewartaan Injil yang hidup dan bermakna.


Struktur Pembahasan dalam Buku Ini

  • Refleksi Belalak dan Adat Pati: Mengulas rekonsiliasi manusia dengan Tuhan, sesama, leluhur, dan alam melalui tradisi berladang.
  • Gawai Dayak dan Siklus Kehidupan: Membahas upacara pemberian nama anak, penggantian nama, tradisi Ngamik Bini, hingga ritual Betabak.
  • Nilai-Nilai Budaya Dayak: Mengupas kesakralan pakaian adat, ritual tolak bala, dan filosofi "Kalau Abih Sama Ampit".
  • Iman dan Simbol Lokal: Merefleksikan makna Patung Yesus Panglima Burung, Pasukan Merah Dayak, serta perayaan Natal dalam konteks budaya Dayak.
  • Teologi Kontekstual: Menutup pembahasan dengan refleksi membangun Kerajaan Allah di tengah budaya lokal melalui semangat Non Ego sed Christus in Me.

Dilengkapi daftar bacaan dan profil penulis.


Mengapa Buku Ini Layak Dibaca?

  • Menghadirkan perspektif teologi kontekstual yang memadukan iman Katolik dengan budaya Dayak Desa.
  • Ditulis berdasarkan pengalaman pastoral langsung sehingga refleksinya autentik dan membumi.
  • Mendokumentasikan berbagai ritual adat Dayak Desa yang semakin jarang dibahas secara mendalam.
  • Menjadi referensi penting bagi kajian inkulturasi, dialog iman dan budaya, serta pelestarian identitas lokal.
  • Format ebook PDF yang praktis dibaca melalui HP, tablet, maupun komputer.

Cocok untuk Siapa?

  • Rohaniwan, katekis, dan pelayan pastoral yang berkarya di tengah masyarakat adat.
  • Akademisi dan mahasiswa teologi kontekstual, antropologi agama, serta studi budaya.
  • Umat Katolik yang ingin memahami inkulturasi iman dalam budaya Dayak.
  • Pemerhati budaya dan adat istiadat suku Dayak Desa.
  • Pembaca umum yang tertarik pada perjumpaan iman dan kearifan lokal Nusantara.

Spesifikasi Buku

  • Judul: Manusia Dayak & Kebudayaannya Sebagai Locus Theologicus
  • Penulis: Gregorius Nyaming
  • Editor: Masri Sareb Putra, M.A.
  • Penerbit: PT. Sinar Bagawan Khatulistiwa, Palangka Raya
  • Cetakan: Pertama, Juli 2023
  • Jumlah Halaman: xiv + 142 halaman (versi cetak), 15 × 21 cm
  • Format: E-book (PDF)
  • Bahasa: Indonesia
  • Genre: Teologi Kontekstual, Antropologi Agama, Budaya Dayak Desa

Cara Mendapatkan: Miliki ebook Manusia Dayak & Kebudayaannya Sebagai Locus Theologicus sekarang juga dan selami bagaimana kebudayaan Dayak menjadi ruang perjumpaan iman yang hidup, reflektif, serta penuh makna melalui file PDF yang praktis dibaca kapan saja.