Makna dan Representasi Budaya Tari Hudoq Suku Dayak Bahau – Buku Digital Budaya Kalimantan

Oleh: Admin

Rating Admin
Harga Produk : Rp 47.000

 







Bagaimana makna di balik Tari Hudoq, tarian topeng sakral masyarakat Dayak Bahau yang dipercaya sebagai simbol penyambutan dewa pelindung tanaman padi? Buku "Makna dan Representasi Budaya Tari Hudoq Suku Dayak Bahau" mengupas filosofi, simbol, dan nilai budaya di balik salah satu warisan budaya paling penting di Kalimantan Timur melalui pendekatan akademis yang mudah dipahami.

Ditulis oleh Dr. Oemy Facessly B., S.H., M.Si., buku digital (ebook PDF) ini lahir dari penelitian lapangan pada komunitas Dayak Bahau di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara. Dengan menggunakan teori interaksi simbolik sebagai landasan analisis, buku ini mengungkap bagaimana Tari Hudoq tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga merepresentasikan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan leluhur.

Melalui pembahasan yang sistematis, pembaca diajak memahami asal-usul topeng Hudoq, filosofi warna merah dan kuning, kostum daun pisang, ritual Nalima sebelum pertunjukan, makna tiga belas penari sebagai simbol tiga belas dewa, hingga filosofi gerakan Nyidok, Nyebit, Ngedok, dan Nyigung. Buku ini juga dilengkapi glosarium bahasa Dayak Bahau serta peta wilayah Kalimantan dan Balikpapan untuk memperkaya pemahaman pembaca.


Struktur Pembahasan dalam Buku Ini

  • Bab I: Budaya lokal sebagai bagian dari budaya bangsa, termasuk pengenalan berbagai tarian tradisional Dayak seperti Hudoq, Hudoq Kita', Leleng, Datun, dan Ngerangkau.
  • Bab II: Konsep budaya, seni, dan tari sebagai ekspresi kehidupan masyarakat.
  • Bab III: Kajian teori interaksi simbolik sebagai landasan memahami representasi budaya.
  • Bab IV: Pembahasan mendalam mengenai makna Tari Hudoq, simbol topeng, warna, kostum, ritual, jumlah penari, serta filosofi setiap gerakan tari.
  • Bab V: Pelestarian Tari Hudoq di tengah tantangan modernisasi serta harapan bagi generasi mendatang.

Dilengkapi glosarium bahasa Dayak Bahau dan peta wilayah Kalimantan serta Balikpapan.


Keunggulan Buku

  • Mengupas filosofi Tari Hudoq secara mendalam, mulai dari topeng, warna, kostum daun pisang, hingga makna setiap gerakan tari.
  • Menggunakan pendekatan teori interaksi simbolik sehingga memiliki dasar akademis yang kuat.
  • Disusun berdasarkan hasil penelitian lapangan langsung pada komunitas Dayak Bahau di Balikpapan.
  • Membahas hubungan antara seni tari, spiritualitas, dan identitas budaya masyarakat Dayak.
  • Dilengkapi glosarium bahasa Dayak Bahau dan peta wilayah Kalimantan.
  • Format digital (PDF) praktis dibaca melalui komputer, tablet, maupun ponsel.

Cocok untuk Siapa?

Buku ini sangat direkomendasikan bagi:

  • Mahasiswa antropologi, seni tari, budaya, komunikasi, dan ilmu sosial.
  • Akademisi dan peneliti budaya Dayak Kalimantan.
  • Pemerhati seni pertunjukan tradisional Indonesia.
  • Pelaku pelestarian budaya dan komunitas adat.
  • Wisatawan budaya yang ingin memahami makna Tari Hudoq sebelum menyaksikannya secara langsung.
  • Pembaca umum yang tertarik pada ritual, seni, dan budaya masyarakat Dayak.

Tentang Penulis

Dr. Oemy Facessly B., S.H., M.Si. merupakan akademisi sekaligus birokrat Kota Balikpapan yang meraih gelar doktor Ilmu Sosial di Universitas Merdeka Malang pada tahun 2016. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Balikpapan serta aktif dalam penelitian dan pelestarian budaya Kalimantan.


Spesifikasi Buku

  • Judul: Makna dan Representasi Budaya Tari Hudoq Suku Dayak Bahau
  • Penulis: Dr. Oemy Facessly B., S.H., M.Si.
  • Editor: Dr. Suriansyah Murhaini, S.H., M.H.
  • Penerbit: Lembaga Literasi Dayak (LLD)
  • Cetakan: Pertama, November 2016
  • ISBN: 978-602-6381-02-6
  • Bahasa: Indonesia
  • Format: E-book (PDF)
  • Kategori: Seni dan Budaya Dayak, Antropologi, Etnografi

Cara Mendapatkan: Miliki ebook Makna dan Representasi Budaya Tari Hudoq Suku Dayak Bahau sekarang, dan pahami filosofi, simbol, serta nilai budaya di balik salah satu tarian topeng paling sakral dari masyarakat Dayak Kalimantan Timur.