Kebudayaan Rumah Panjang: Puncak Kearifan Lokal Kaum Dayak — Ebook Kajian Budaya & Hukum Adat Dayak Benuaq
Oleh: Admin
Mengapa rumah panjang (louu) menjadi simbol persatuan, hukum adat, dan identitas masyarakat Dayak? Ebook "Kebudayaan Rumah Panjang: Puncak Kearifan Lokal Kaum Dayak" karya Erika Siluq, S.H., M.Kn. mengulas secara komprehensif makna rumah panjang Dayak Benuaq, bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, spiritual, dan pemerintahan adat masyarakat Dayak di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Disusun berdasarkan penelitian lapangan, buku ini mengupas asal-usul dan mitologi leluhur Dayak Benuaq, sistem hukum adat, struktur kelembagaan adat, hingga filosofi hidup bersama yang tercermin dalam rumah panjang atau louu. Pembaca juga diajak memahami bagaimana nilai kebersamaan, kesetaraan, musyawarah, dan perdamaian yang diwariskan leluhur Dayak tetap relevan menghadapi tantangan kehidupan modern.
Ditulis oleh Erika Siluq, dosen, peneliti, notaris, sekaligus pegiat masyarakat Dayak, dan disunting oleh Masri Sareb Putra, M.A., buku ini menjadi referensi penting bagi siapa saja yang ingin memahami rumah panjang sebagai puncak kearifan lokal masyarakat Dayak Benuaq.
Yang Akan Anda Temukan di Dalam Buku
- Sejarah dan Mitologi Dayak Benuaq: Mengulas asal-usul masyarakat Dayak Benuaq beserta kisah leluhur seperti Tulur Jejangkaat dan Mook Manar Bulatn.
- Hukum dan Lembaga Adat: Menjelaskan struktur kelembagaan adat dari tingkat kampung hingga kabupaten, termasuk mekanisme penyelesaian konflik berdasarkan hukum adat.
- Makna Rumah Panjang (Louu): Membahas fungsi rumah panjang sebagai pusat kehidupan masyarakat, benteng pertahanan, tempat ritual, dan simbol kedaulatan wilayah adat.
- Nilai Filosofis Rumah Panjang: Menguraikan nilai kebersamaan, gotong royong, kesetaraan, toleransi, dan perdamaian yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Dayak.
- Konteks Sejarah dan Budaya: Menampilkan keterkaitan rumah panjang dengan Perjanjian Damai Tumbang Anoi 1894, serta berbagai situs budaya seperti Lamin Eheng dan Taman Budaya Sendawar.
- Aktualisasi Nilai Kearifan Lokal: Membahas bagaimana filosofi rumah panjang tetap relevan dalam pembangunan masyarakat Dayak di masa kini dan masa depan.
Keunggulan Buku
- Berbasis penelitian lapangan mengenai masyarakat Dayak Benuaq di Kabupaten Kutai Barat.
- Mengulas rumah panjang dari aspek sejarah, budaya, hukum adat, hingga filosofi kehidupan.
- Membahas mekanisme penyelesaian konflik berbasis hukum adat dan nilai kearifan lokal.
- Menghubungkan nilai-nilai tradisional Dayak dengan tantangan kehidupan modern.
- Referensi penting bagi pelestarian budaya dan identitas masyarakat Dayak Benuaq.
Cocok untuk Siapa?
Buku ini sangat direkomendasikan bagi:
- Mahasiswa dan peneliti hukum adat, antropologi, arsitektur tradisional, dan studi budaya Dayak.
- Pemerhati budaya Nusantara dan pelestarian warisan budaya Indonesia.
- Pengambil kebijakan, pemerintahan daerah, dan lembaga adat di Kalimantan Timur.
- Generasi muda Dayak Benuaq yang ingin mengenal akar budaya dan identitas leluhurnya.
- Pembaca umum yang tertarik mempelajari rumah panjang sebagai simbol kearifan lokal masyarakat Dayak.
Spesifikasi Ebook
- Judul: Kebudayaan Rumah Panjang: Puncak Kearifan Lokal Kaum Dayak
- Penulis: Erika Siluq, S.H., M.Kn.
- Editor: Masri Sareb Putra, M.A.
- Desain Cover & Tata Letak: Matius Mardani
- Penerbit: Lembaga Literasi Dayak
- Cetakan: Pertama, Juli 2025
- Jumlah Halaman: x + 158 halaman
- ISBN: 978-602-6381-87-3
- Bahasa: Indonesia
- Format: Ebook (PDF)
- Kategori: Budaya Dayak, Hukum Adat, Antropologi, Arsitektur Tradisional
Cara Mendapatkan: Miliki ebook Kebudayaan Rumah Panjang: Puncak Kearifan Lokal Kaum Dayak sekarang dan pelajari bagaimana rumah panjang menjadi simbol persatuan, identitas budaya, serta sumber nilai-nilai luhur masyarakat Dayak yang tetap relevan hingga masa kini.