Dialektika Agama Bahaii dengan Orang Dayak di Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia | Kajian Etnografi Kalimantan Barat

Oleh: Admin

Rating Admin
Harga Produk : Rp 75.000


Bagaimana sebuah ajaran agama universal dari Timur Tengah dapat diterima dan berbaur harmonis dengan adat leluhur suku Dayak di jantung Kalimantan? Buku "Dialektika Agama Bahaii dengan Orang Dayak di Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia" menjawab pertanyaan itu lewat penelitian etnografi yang mendalam dan jarang diangkat oleh penulis lain di ranah kajian budaya Dayak.

Buku ini mengulas proses masuk dan berkembangnya Agama Bahaii di kalangan masyarakat Dayak Salako (Kanayatn) di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak, khususnya di Kabupaten Sanggau, Bengkayang, dan Lundu, sejak agama ini pertama kali menyebar pada tahun 1951. Ditulis oleh tiga akademisi, Dr. Ir. Kristianus, M.Si., Magdalena, S.Sos., M.M., dan Carolina Lala, S.E., M.M., dengan kata pengantar dari Jaya Ramba, buku ini membedah bagaimana ajaran keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia dari Agama Bahaii berdialektika dengan adat, kearifan lokal, dan struktur sosial masyarakat Dayak, tanpa menghilangkan akar budaya leluhur mereka.

Melalui pendekatan metode etnografi dan kualitatif deskriptif, tim penulis melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam (in-depth interview) untuk mengungkap proses akulturasi, akomodasi, serta transformasi identitas dan rasa percaya diri orang Dayak setelah menerima Agama Bahaii. Buku referensi akademik ini kaya akan data lapangan, sumber pustaka, dan analisis yang tetap mudah dipahami pembaca umum, sehingga menjadikannya bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami dinamika agama dan budaya di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.


Yang Akan Anda Temukan dalam Buku Ini

  • Bab I Agama Bahaii di Sarawak — mengulas sejarah masuknya Bahaii sejak tahun 1951.
  • Bab II Agama dalam Perbincangan — membahas kerangka teori agama dan masyarakat.
  • Bab III Agama Bahaii dan Orang Dayak di Wilayah Perbatasan — pertanggungjawaban akademik penelitian.
  • Bab IV Mengenal Agama Bahaii — menguraikan ajaran, prinsip, dan sejarah Baha'u'llah.
  • Bab V Dialektika Budaya Dayak dan Agama Bahaii — memuat inti temuan lapangan penelitian.
  • Bab VI Kesimpulan dari Penelitian

Dilengkapi Daftar Pustaka, Lampiran, dan Profil Penulis.


Tentang Penulis

Dr. Ir. Kristianus, M.Si. adalah antropolog lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia dengan pengalaman panjang sebagai peneliti sosial, Governance Specialist, dan tokoh organisasi masyarakat Dayak tingkat nasional. Magdalena, S.Sos., M.M. dan Carolina Lala, S.E., M.M. adalah akademisi dan peneliti dengan latar belakang manajemen serta pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Barat, yang turut memperkaya buku ini dengan perspektif lapangan yang autentik.


Cocok untuk Siapa?

Buku ini sangat cocok dibaca oleh mahasiswa dan akademisi antropologi, sosiologi, serta studi agama; peneliti dan pemerhati kebudayaan Dayak dan Kalimantan; kalangan yang tertarik pada isu sosial-politik perbatasan Indonesia-Malaysia; hingga siapa pun yang ingin mempelajari dialog lintas agama dan kearifan budaya Nusantara secara ilmiah dan terpercaya.


Spesifikasi Buku

  • Judul: Dialektika Agama Bahaii dengan Orang Dayak di Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia
  • Penulis: Dr. Ir. Kristianus, M.Si.; Magdalena, S.Sos., M.M.; Carolina Lala, S.E., M.M.
  • Kata Pengantar: Jaya Ramba
  • Penerbit: Lembaga Literasi Dayak (LLD)
  • Cetakan: Pertama, 2023
  • Tebal: xviii + 140 halaman
  • Ukuran cetak asli: 14 x 21 cm
  • ISBN: 978-623-7069-01-0
  • Bahasa: Indonesia
  • Format: E-book (PDF)

Miliki buku digital referensi akademik ini sekarang juga, dan pahami lebih dalam bagaimana iman, adat, dan identitas Dayak saling berdialektika di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Cocok dikoleksi, dijadikan bahan kutipan skripsi/tesis, maupun bacaan untuk memperluas wawasan kebudayaan Nusantara.