Apai Janggut: Kalpataru, Equator Prize, & Gulbenkian - Biografi Sang Penjaga Hutan Adat Dayak Iban Sungai Utik

Oleh: Admin

Rating Admin
Harga Produk : Rp 75.000

 



Di pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, hidup seorang tuai rumah panjang yang namanya dikenal luas hingga ke panggung dunia: Bandi Anak Ragai, atau yang lebih akrab disapa Apai Janggut. Ia adalah penjaga hutan adat Sungai Utik, wilayah masyarakat Dayak Iban yang keteguhannya melestarikan hutan telah diakui lewat tiga penghargaan lingkungan paling bergengsi: Kalpataru dari Pemerintah Indonesia, Equator Prize dari UNDP, dan Gulbenkian Prize for Humanity dari Yayasan Calouste Gulbenkian, Lisbon, Portugal.

Buku "Apai Janggut: Kalpataru, Equator Prize, & Gulbenkian - Untuk Kemuliaan Dayak" merangkum perjalanan hidup, pemikiran, dan perjuangan sosok yang oleh banyak kalangan disebut sebagai pahlawan lingkungan dari rimba Borneo. Ditulis secara kolaboratif oleh R. Masri Sareb Putra, Redemptus Musa, Munaldus Nerang, Valentinus Narung, dan Yohanes RJ, serta diedit oleh Adil Bertus AS, buku ini menghadirkan kisah yang kaya melalui biografi, testimoni orang-orang terdekat, hingga analisis akademis tentang kompetensi dan kearifan Apai Janggut.


Sekilas Isi Buku

  • Bagian I – Siapakah Apai Janggut: Asal-usul nama, tradisi memelihara janggut, perjuangan menjaga Sungai Utik, pembangunan rumah betang, kisah penghargaan Gulbenkian, hingga makna tato bunga terong.
  • Bagian II – Apai Janggut di Mata Orang Dekatnya: Testimoni dari keluarga, sahabat, dan rekan yang menggambarkan kerendahan hati, keteguhan, serta kepeduliannya terhadap budaya dan lingkungan.
  • Bagian III – Biografi Apai Janggut: Perjalanan hidupnya sebagai tokoh masyarakat Dayak Iban sekaligus penggerak spiritual Credit Union Keling Kumang.
  • Bagian IV – Menakar Level Kompetensi Apai Janggut: Analisis kearifan, kepemimpinan, dan kecerdasan majemuk Apai Janggut berdasarkan teori Multiple Intelligences Howard Gardner.
  • Bagian V & Lampiran: Materi Apai Janggut dalam Iban Summit II serta dokumentasi foto yang melengkapi perjalanan hidup dan perjuangannya.

Mengapa Buku Ini Layak Dibaca?

  • Mengangkat kisah nyata masyarakat adat Dayak Iban dalam menjaga hutan hujan tropis yang diakui dunia internasional.
  • Menyajikan kearifan lokal Dayak, mulai dari filosofi rumah panjang, adat istiadat, hingga semangat gotong royong melalui Credit Union Keling Kumang.
  • Memberikan inspirasi tentang kepemimpinan berbasis nilai, budaya, dan pelestarian lingkungan.
  • Menjadi referensi penting bagi kajian budaya Dayak, lingkungan hidup, gerakan koperasi, dan masyarakat adat.

Cocok untuk Siapa?

Buku ini sangat direkomendasikan bagi:

  • Pencinta buku biografi dan sejarah Indonesia.
  • Pemerhati lingkungan hidup, hutan adat, dan konservasi.
  • Mahasiswa dan akademisi bidang antropologi, budaya, dan ilmu sosial.
  • Aktivis masyarakat adat dan pegiat pelestarian budaya.
  • Penggerak koperasi serta komunitas Credit Union.
  • Pembaca yang ingin mengenal sosok inspiratif Dayak yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

Tentang Para Penulis

Buku ini ditulis secara kolaboratif oleh R. Masri Sareb Putra, Redemptus Musa, Munaldus Nerang, Valentinus Narung, dan Yohanes RJ, dengan Adil Bertus AS sebagai editor. Kolaborasi ini menghadirkan perspektif yang lengkap, mulai dari kisah pribadi, dokumentasi sejarah, hingga analisis akademis mengenai kepemimpinan dan kearifan lokal Apai Janggut.


Spesifikasi Buku

  • Judul: Apai Janggut - Kalpataru, Equator Prize, & Gulbenkian: Untuk Kemuliaan Dayak
  • Penulis: R. Masri Sareb Putra, Redemptus Musa, Munaldus Nerang, Valentinus Narung, Yohanes RJ
  • Editor: Adil Bertus AS
  • Penerbit: Lembaga Literasi Dayak (LLD)
  • Cetakan: Pertama, Agustus 2024
  • Jumlah Halaman: 230 halaman (versi cetak)
  • Ukuran cetak asli: 14 × 21 cm
  • ISBN: 978-623-7069-01-0
  • Bahasa: Indonesia
  • Format: E-book (PDF)
  • Genre: Biografi, Sejarah & Budaya Dayak, Lingkungan Hidup

Cara Mendapatkan: Miliki ebook Apai Janggut: Kalpataru, Equator Prize, & Gulbenkian - Untuk Kemuliaan Dayak sekarang, dan telusuri kisah inspiratif seorang penjaga hutan adat yang berhasil membawa nama Dayak dan Indonesia ke panggung penghargaan lingkungan dunia.